Minggu, 26 April 2015

SEBAR FOTO SYUR DENGAN MOTIF BALAS DENDAM

 Sebuah aturan baru di Inggris resmi mengatur hukuman untuk penyebaran foto bugil ke internet dengan motif balas dendam. Orang yang menyebarkan foto tak senonoh tanpa seizin pemiliknya atau orang yang ada dalam foto kini bisa dihukum dua tahun penjara.
Selain soal penyebaran tanpa izin, aturan tersebut juga melarang penyebaran foto tak senonoh dengan tujuan menimbulkan tekanan dalam diri seseorang.
Lembaga penyelidik tindak pidana Inggris menyebutkan, aturan baru itu meliputi, "Setiap foto yang menunjukkan alat vital dan apa pun yang dapat dianggap seksual oleh orang berakal sehat, misalnya foto berisi orang yang sedang berhubungan seksual atau dalam pose yang mengundang minat seksual."
Seperti dilansir  dari Mashable, Selasa (14/4/2015), tindakan balas dendam atau penyebaran foto bugil melalui pesan teks, e-mail, media sosial, dan aplikasi pesan instan diatur berdasarkan aturan tersebut, dan begitu juga bila penyebaran dilakukan secara offline.
Sebelumnya, kasus balas dendam dengan menyebarkan foto bugilharus ditangani menggunakan aturan Communications Act, Malicious Communication Act, dan Protection from Harassment Act. Tidak ada aturan hukum khusus yang mengaturnya di Inggris.
Ada beberapa contoh kasus yang sempat terjadi di Negeri Britania Raya itu. November 2014 lalu, seorang pria menyebarkan foto intim mantan pacarnya via WhatsApp.
Pria itu kemudian mendapat hukuman penjara selama tiga bulan. Peristiwa tersebut menjadi kasus pertama penyebaran foto bugil dengan motif balas dendam.
Kasus lainnya adalah Luke King, 21 tahun, yang mengunggah foto mantan pacarnya sebagai foto profil WhatsApp. Dia pun ditangani hanya menggunakan aturan hukum yang ada saat itu.
tribunnews.com

PENIPUAN DI MEDSOS, VIDEO BUGIL HINGGA APLIKASI PALSU

Menurut laporan studi yang dirilis Webcertain Group, jumlah pengguna media sosial di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia di dalamnya diperkirakan akan mencapai 1 miliar pada akhir tahun, atau hampir lima kali lipat dari jumlah pengguna media sosial di Amerika Utara.

Hal ini menjadikan media sosial sebagai sarana favorit para penjahat cyber untuk melakukan serangan. Ada banyak modus yang digunakan penjahat cyber untuk menyebarkan virus ke PC dan smartphone, atau mencuri informasi pribadi dengan memikat pengguna untuk mengklik situs palsu.

Perusahaan kemanan komputasi Trend Micro mengklaim telah mengungkap 9 metode penipuan di media sosial yang saat ini tengah menjamur di media sosial.

"Penipuan di media sosial semakin populer. Mereka memancing pengguna untuk menginstal aplikasi tertentu melalui posting media sosial atau menipu pengguna untuk mengklik situs yang menyebabkan infeksi virus atau malware," kata Terrence Tang, Direktur Senior Consumer Business, Asia Pacific, Trend Micro dalam siaran persnya.


Ia melanjutkan, "Pengguna disarankan untuk selalu waspada ketika mereka berselancar di dunia maya. Selalu periksa sumber link dan aplikasi yang di-posting, ubah password media sosial secara teratur, serta gunakan aplikasi yang menawarkan perlindungan privasi, seperti Trend Micro Dr. Safety."

RIBUAN ANAK INDONESIA MENJADI KORBAN PORNOGRAFI INTERNET

Di era modern seperti sekarang ini, internet semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Kemudahan akses internet itu ternyata memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Kehadiran internet memudahkan generasi muda dalam mengakses informasi dari dunia luar. Bersosialisasi dan mengetahui kondisi di luar negeri tentu lebih mungkin dilakukan dengan memanfaatkan intenet.

Sayangnya, angka kejahatan online alias cybercrime pada anak disebutkan telah menjadi tren baru di banyak negara, termasuk Indonesia. Penggunaan internet yang nyaris tanpa kendali menyebabkan anak-anak rentan menjadi korban dari berbagai tindak kejahatan di dunia maya.

Kejahatan seksual, pornografi, trafficking, bullying dan bentuk kejahatan lain yang dilakukan secara online menjadi ancaman yang semakin besar mengintai generasi penerus bangsa.

"Internet mendorong angka kejahatan online terhadap anak semakin tinggi, pertumbuhannya semakin cepat sejak tahun 2011," ungkap Maria Advianti, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di acara peringatan Hari Internet Aman Sedunia di kantor KPAI, Selasa (10/2/2015).

Menurut data yang dipublikasikan KPAI, sejak tahun 2011 hingga 2014, jumlah anak korban pornografi dan kejahatan online di Indonesia telah mencapai jumlah 1.022 anak. Secara rinci dipaparkan, anak-anak yang menjadi korban pornografi online sebesar 28%, pornografi anak online 21%, prostitusi anak online 20%, objek cd porno 15% serta anak korban kekerasan seksual online 11%.


Jumlah itu diprediksi akan terus meningkat bila tidak ditanggulangi secara optimal. Pertumbuhan angka anak korban kejahatan online itu bertumbuh pesat seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Tanah Air

Jumat, 24 April 2015

MALWARE



DIBUAT PANIK MALWARE, REMAJA TEWAS BUNUH DIRI 

Belakangan serangan malware kategori ramsomeware menghantui para pengguna internet. Malware jenis ini umumnya memiliki modus operandi dengan cara menyandera file atau data-data penting di komputer pengguna, dan akan membebaskannya setelah pengguna membayarkan uang tebusan dalam jumlah tertentu.
Tak hanya mampu merenggut data pribadi milik pengguna, aksi serangan ransomeware bahkan dilaporkan juga mampu merenggut nyawa korbannya. Bagaimana bisa?
Dikabarkan laman The Hacker News, Selasa (24/2/2015), seorang remaja bernama Joseph Edwards asal Berkshire, Inggris dilaporkan tewas gantung diri setelah menjadi korban serangan ransomeware. Ceritanya dimulai ketika Edwards menerima email palsu yang mengatasnamakan pihak kepolisian setempat. Di dalam email palsu itu disebutkan bahwa pihak kepolisian telah melacak sejarah penjelajahan situs yang dilakukan oleh Edwards.
Remaja berusia 17 tahun itu dituduh telah melakukan pelanggaran karena mengunjungi sejumlah situs ilegal. Sebagai konsekuensinya, Edwards diharuskan membayar denda sebesar 100 pondsterling.
Edwards yang ternyata pengidap Autisme pun langsung panik. Menurut keterangan yang dipublikasikan kepolisian Cheshire, Inggris, Edwards melakukan gantung diri beberapa jam setelah menerima email pemerasan tersebut.
"Anak saya telah menjadi korban penipuan dan pemerasan internet yang mengancam dengan menggunakan nama kepolisian demi memeras sejumlah uang," ungkap orangtua korban, Jacqueline Edwards.
Ransomeware yang memanfaatkan nama besar korporasi atau institusi --kepolisian contohnya-- umumnya dilakukan tanpa harus melakukan penyanderaan file beserta data-data penting milik korban. Para pelaku kejahatan ini hanya perlu membuat email palsu untuk mengelabui dan mengancam korbannya.

HACKER SERANG SITUS BANK AUSTRALIA



HACKER MUDA INDONESIA SERANG SITUS BANK SENTRAL AUSTRALIA

Sepasukan hacker muda di bawah The Indonesian Security Down kembali mengibarkan bendera perang kepada Australia sebagai aksi protes penyadapan yang dilakukan Negara Kanguru tersebut terhadap sejumlah pejabat Indonesia, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah seminggu yang lalu berhasil merontokkan situs intelijen Australia, malam ini pasukan hacker muda membombardir situs Bank Sentral Australia yang beralamat di http://rba.gov.au hingga terlihat jatuh bangun. The Reserve Bank of Australia (RBA) adalah bank sentral Australia, yang memiliki tugas dan fungsi menjaga stabilitas mata uang, mengatasi pengangguran, dan bertanggungjawab pada kesejahteraan ekonomi serta kesejahteraan rakyat Australia. RBA juga berwenang menetapkan suku bunga untuk memenuhi target inflasi jangka menengah, memelihara sistem keuangan yang kuat dan sistem pembayaran yang efisien, dan menerbitkan uang kertas nasional. RBA ini menyediakan layanan perbankan tertentu yang dibutuhkan kepada Pemerintah Australia dan badan-badannya, dan sejumlah bank sentral luar negeri dan lembaga resmi. Selain itu, RBA juga mengelola emas Australia dan cadangan devisa. Meski belum sampai melumpuhkannya sampai 404 Not Found, namun situs http://rba.gov.au sempat pingsan beberapa kali meski akhirnya up lagi. Beberapa kali server situs Bank Sentral tersebut down dan up terus bergantian. Hingga saat in, hacker Indonesia masih terus menembakkan DDOS ke situs dengan IP 202.14.155.140 dan port 80 tersebut. Menurut admin Indonesia Security Down, pihak Australia hanya memilih bungkam dalam kasus penyadapan maka dari itu, serangan akan dilanjutkan hingga memang ada klarifikasi dari pihak mereka dan dari pemerintahan Indonesia. "Target kita kali ini kita fokuskan pada Bank Central Australia. Kita berharap akan berpengaruh pada kelangsungan ekonomi dan sosial mereka," ujarnya.(mdk/did)

HACKER INDONESA SERANG SITUS INTELIGEN AUSTRALIA

HACKER INDONESIA SERANG SITUS INTELIJEN AUSTRALIA
KASUS PENYEDAPAN DISERAHKAN KE KEMENLU



–Berbeda dengan serangan  hari Jumat (08/11/2013) yang menargetkan laman daring Australian Security Intelligence Organization (ASIO), hari Sabtu (09/11/2013) Kelompok peretas (hacker) Anonymous Indonesia kembali melancarkan serangan terhadap situs Australia. Namun kali ini sasarannya badan intelijen. Mereka menyasar situs Australia Secret Intelligence Service (ASIS).
Seperti diketahui,  ASIO merupakan badan yang berfungsi memantau dan mengumpulkan data-data intelijen di dalam ‘Negeri Kanguru. Adapun ASIS melakukan fungsi serupa di mancanegara.
Akibat serangan kelompok peretas Indonesia, laman ASIS dilaporkan lumpuh selama dua hingga tiga menit. Jenis serangan itu disebut dengan istilah distributed denial-of-service (DDOS), demikian dikutip ABC dan The Sydney Morning Herald.
Aksi Anonynomous Indonesia dimulai 4 November lalu. Kelompok itu dilaporkan meretas sekitar 300 laman daring yang beralamat dengan akhiran au. Sebagian besar situs yang diretas ialah situs komersial. Serangan itu dimaksudkan sebagai protes terhadap sepak terjang badan intelijen Australia yang menyadap pemerintah Indonesia.
‘Salam untuk semua warga negara Australia. Katakan kepada pemerintah kalian untuk berhenti memata-matai negara kami! Kami adalah orang-orang Indonesia’, demikian isi pesan  Anonynomous Indonesia.Diserahkan ke Kemenlu Kedua Negara
Sementara itu, Menteri Pertahanan Indonesia dan Australia sepakat menyerahkan penyelesaian masalah penyadapan kepada Kementerian Luar Negeri kedua negara.
Informasi ini disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro  usai melakukan pembicaraan dengan Menhan Australia David Johnstons di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, (08/11/2013).
Johnston dalam pertemuan itu menjelaskan, bahwa isu penyadapan Indonesia oleh Badan Intelijen Australia (DSD) sudah memasuki ranah makro yang tidak lagi sebatas hubungan bilateral antar Kementerian Pertahanan, namun akan diselesaikan melalui jalur politik luar negeri oleh Kementrian luar negeri kedua negara.
Purnomo menambahkan, apa pun keputusan dari Kemlu terkait isu hubungan diplomatik kedua negara, maka Kemhan tinggal mengikuti saja. Hal itu lantaran penentu keputusan ada di tangan Kemlu.
Sementara itu seputar sistem pertahanan keamanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro memastikan sejauh ini masih dalam kondisi aman.
“Sistem yang kita punya, saya sudah pastikan dari para staf saya, para ahlinya. Sistem di kementrian pertahanan itu aman. Karena sistem kita itu menggunakan sistem pertahanan berlapis, di dalam Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisinfohaneg) kita,” kata Menhan Yusgiantoro dikutip Voice of America (VoA).
Isu penyadapan muncul beberapa hari belakangan, setelah media Australia Sydney Morning Herald menurunkan berita soal penyadapan Australia dan Amerika Serikat terhadap Indonesia berdasarkan keterangan dari mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden.Sydney Morning Herald menyebut ada pos penyadapan di dalam gedung Kedutaan AS dan Australia di Jakarta. Sementara itu, harian Inggris The Guardian menulis bahwa Badan Intelijen Australia sudah menyadap Indonesia sejak tahun 2007 ketika RI menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB di Nusa Dua, Bali.